Senin, 29 Juni 2009

Pidato Ayatollah Sayyid Ali Khamenei

Pemilihan umum (Pemilu) presiden kali ini merupakan guncangan politik bagi para musuh dan hari perayaan besar bagi sahabat Iran. Dengan mengingat Allah, percaya pada pertolongan Allah dan menjaga ketenangan adalah faktor paling berpengaruh yang dapat meloloskan bangsa mukmin Iran dari setiap badai dan permasalahan selama 30 tahun silam.
Partisipasi masyarakat dalam pemilu 12 Juni 2009 memperlihatkan kepercayaan diri, harapan dan semangat nasional. Tentu saja seluruh 40 juta pemilih dalam pemilu kali ini memberikan suara kepada Imam Khomeini, para syuhada dan Revolusi Islam. 

Seluruh 4 calon presiden pada pemilu 12 juni juga merupakan bagian dari Revolusi dan Republik Islam Iran maka jika terdapat keluhan terkait pemilu harus diselesaikan melalui kerangka peraturan Negara yang telah ditentukan.

Partisipasi luas para pemuda khususnya generasi pertama revolusi islam Iran menunjukkan rasa tanggung jawab politik. Perhatian pemuda ini, saya dari lubuk hati yang paling dalam merasa sangat merendah terhadap kebesaran bangsa Iran dan pemudanya.

Menurut saya partisipasi masyarakat Iran dalam pemilu 12 juni 2009 yang dilandaskan pada kepercayaan, kebebasan, harapan dan semangat nasional adalah jawaban yang paling tepat kepada propaganda media masa negara-negara adidaya. Kepercayaan nasional yang merupakan modal utama Republik Islam Iran sekali lagi tampil pada pemilu lalu. 

Sebelumnya para musuh kami berusaha untuk mengurangi tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu tetapi setelah mereka gagal, mereka tengah berusaha mengoyangkan rasa kepercayaan masyarakat dengan tujuan mempertanyakan eksistensi Revolusi Islam Iran. 

Kebijakan permusuhan musuh-musuh kami tak pernah berhenti dan seperti yang diketahui para musuh pada saat perdebatan antara setiap calon dengan cara menyebarkan kebohongan telah berusaha semaksimal mungkin agar memperlihatkan perdebatan ini sebagai perkelahian antara kubu oposisi dan kubu pro-revolusi.

***

Saya mengenal dan mengetahui betul semua empat calon presiden pemilu kemarin. Salah satu dari mereka adalah presiden kami, yang selalu siap untuk melayani masyarakat. Beliau adalah sosok yang sangat dapat dipercayai. 

Calon yang lain adalah perdana menteri saya selama 8 tahun. Calon berikutnya merupakan mantan panglima tinggi Garda Revolusi Islam Iran dan yang terakhir adalah mantan ketua parlemen yang dua kali menjabat jabatan tersebut. Berangkat dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa kesemua calon ini adalah tokoh-tokoh Revolusi dan Republik Islam Iran dan persaingan mereka adalah persaingan internal dan berbeda dengan apa yang dipropagandakan oleh media massa Zionis, AS, dan Barat.

Perdebatan antar calon dalam TV merupakan kreativitas yang penting. Perdebatan ini yang telaksana secara transparan, serius dan tegas dapat menghancurkan semua propaganda negatif Barat yang menyatakan bahwa persaingan para aclon presiden di Iran tidaklah nyata. 

Tentu saja keseriusan, ketegasan dan pemberian jawaban terhadap arus berbagai kritik serta transparannya kebijakan setiap calon adalah nilai-nilai positif perdebatan ini. Masyarakat Iran dengan menyaksikan perdebatan ini  dan juga melihat pada kampanye setiap calon dapat menentukan pilihannya. 

Saya yakin masyarakat Iran telah mengetahui bahwa dalam persaingan empat calon presiden pada pemilu kemarin tidak ada calon yang dapat dinamakan sebagai calon yang berada di luar Revolusi dan Republik Islam Iran. Semua calon adalah tokoh-tokoh besar Revolusi dan Republik Islam Iran. Menurut saya salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan 10 juta partisipan dalam pemilu lalu adalah perdebatan di TV yang mana merupakan hal yang baik.

Perdebatan dalam tingkat para pejabat adalah hal yang baik dan lazim, dan tentu saja dengan menghilangkan hal-hal yang negatif dan berbagai kekurangan, acara perdebatan antar pejabat harus dilanjutkan agar seluruh pejabat dapat melihat dirinya pada posisi yang dikritiki dan harus menjawab.

Republik Islam Iran secara serius melawan dan senantiasa memberantas tindakan korupsi. Tak dapat diragukan lagi bahwa Republik Islam Iran adalah salah satu sistem pemerintahan yang paling bersih secara politik maupun sosial. 

Bangsa besar Iran pada 12 juni yang lalu telah menciptakan sebuah hari yang besar di dunia. Tetapi, sayangnya, beberapa musuh sedang berusaha untuk mengubah kemenangan mutlak ini menjadi kegagalan dan kekalahan nasional, atau menyebarkan kecurigaan terhadap pemilu dengan tujuan menghalangi bangsa kami untuk mencatat rekor terbesar tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu di seluruh dunia. 

Tetapi mereka telah gagal karena kebenaran ini telah tercatat pada sejarah dunia. Saya dapat mengatakan bahwa Revolusi dan Republik Islam Iran memiliki 40 juta suara, bukan 24 juta suara yang diraih oleh presiden terpilih. 

Saya ingin meyakinkan para calon pemilu lalu dan juga bangsa besar Iran bahwa Republik Islam Iran tidak akan mengkhianati suara rakyat karena undang-undang dan tata cara pemilu di Negara kami tidak mengizinkan dan tidak memberikan ruang untuk hal demikan.

***

Dewan Garda adalah satu-satunya instansi yang berwenang untuk menindak-lanjuti pengaduan kecurigaan dan protes, dan jika diperlukan perhitungan ulang untuk beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara) maka hal itu akan dilakukan dengan keberadaan perwakilan para calon. 

Jalur hukum adalah satu-satunya cara untuk menindak-lanjuti keluhan dan kecurigaan, dan tentu saja jalur hukum yang telah memberikan ruang untuk menerima protes dari para calon presiden juga telah mempersiapkan cara untuk menindak-lanjuti berbagai pengaduan.

Saya ingin mengatakan kepada para politikus, para calon presiden dan tokoh-tokoh partai dan arus politik bahwa momen ini merupakan momen bersejarah bagi Negara dan kami semua bertanggung-jawab untuk bertidak lebih cerdas dan teliti serta tak bersalah. 

Seperti yang telah disampaikan oleh Imam Khomeini, hukum Negara adalah bagi semua, saya menyarankan saudara-saudara saya untuk dapat mengontrol diri dan melihat tangan-tangan musuh yang telah membuka topeng diplomasinya untuk mengambil kesempatan agar dapat mencapai kepada tujuan-tujuannya.

Falsafah pemilu adalah untuk menyelesaikan semua masalah berada pada kotak suara. Suara yang masyarakat masukkan dalam kotak suara inilah yang menentukan keinginan mereka. Jika setelah setiap pemilu para calon yang tidak berhasil meraih suara terbanyak menerjunkan pendukungnya ke jalanan kota, untuk apa pemilu diselenggarakan? Apa salahnya masyarakat yang hidup dan pekerjaannya harus terganggu?

Saya mengajak seluruh masyarakat Iran untuk persaudaraan, kesamaan dan mematuhi hukum. Jalur hukum, jalur persahabatan dan rasa kasih sayang masih terbuka dan saya berharap seluruh masyarakat Iran berjalan pada jalur-jalur ini serta merayakan kemenangan partisipasi 40 juta orang dalam pemilu dan tidak memberikan izin kepada musuh untuk merusak perayaan ini.

***

Saya telah mendalami kebijakan dan pernyataan beberapa pejabat Negara-negara Eropa dan AS dalam beberapa hari ini. Sebelum pemilu kebijakan, pernyataan dan seluruh usaha pejabat Barat adalah untuk mengurangi partisipasi masyarakat Iran dalam pemilu, tetapi partisipasi 40 juta orang pada pemilu mengejutkan berbagai media masa dan para pejabat Barat. 

Mereka telah menyadari bahwa halaman baru dari setiap isu yang berhubungan dengan Republik Islam Iran, telah dibuka dan mereka tidak mempunyai jalan lain kecuali menerimanya. Dalam kondisi yang terdapat demonstrasi di Negara terkait dengan pemilu, para pejabat parat menggunakan peluang ini untuk memainkan ombak, pada saat itu pula kedok-kedok mereka terbuka dan cara mereka berbicara juga berubah. 

Sejak awal minggu yang lalu beberapa kepala pemerintahan dan menteri luar negeri mengambil kebijakan yang membuktikan permusuhan mereka terhaadp Republik Islam Iran yang mana dalam hal ini Negara Inggris berada dibarisan pertama. Beberapa pejabat AS pun menyatakan bahwa kami selalu menunggu saat-saat ini yaitu saat masyarakat Iran terjun ke jalan, di pihak lain mereka menulis surat kepada kami dan menyampaikan keinginan mereka untuk membuka hubungan dengan Republik Islam Iran, yang mana yang harus kami percaya?

Di dalam negeri pun unsur-unsur luar telah beraktivitas dan mulai mengganggu keamanan masyarakat, membakar berbagai objek dan tempat serta merampas harta kekayaan masyarakat yang mana saya percaya para pelaku ini sama sekali tidak berhubungan dengan masyarakat dan bukan merupakan pendukung calon tertentu, tetapi mereka adalah musuh bangsa Iran dan orang-orang yang menjual dirinya kepada Barat dan rezim Zionis. 

Para musuh ini berimajinasi bahwa sama seperti di beberapa Negara kecil bahwa mereka dapat melakukan revolusi beludru yang didukung oleh puluhan juta dollar yang dipersiapkan salah satu pemegang investasi Zionis. Masalah utama musuh ini adalah mereka belum mengenal bangsa Iran.

Yang paling buruk adalah simpati pejabat AS tentang HAM dan perlawanan keras terhadap masyarakat Iran. Saya ingin menanyakan bagaimana para pelaku kriminal yang telah menghancurkan Afganistan dan Irak serta membunuh rakyat kedua Negara tersebut serta mendukung rezim Zionis dari segi meteri dan politik, bagaimana ingin berbicara tentang HAM?

Dalam pembelaan terhadap HAM dan orang-orang yang telah ditindas, Republik Islam Iran berada pada barisan terdepan dan tidak membutuhkan saran Barat. Para pejabat dan politikus Barat harus mengenal rasa malu dan tidak melakukan hal-hal demikian.


Artikel ini merupakan Khotbah Sholat Jum’at yang disampaikan Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran pada 19 Juni 2009 di Teheran. Khotbah ini telah diterjemahkan dari Bahasa Parsi dan dipublikasikan oleh Kedutaan Besar Iran di Jakarta 

Readmore »»

Jumat, 26 Juni 2009

Neoliberal vs Ekonomi Kerakyatan

Untuk pertama kalinya, isu ekonomi menjadi isu penting dalam pemilihan presiden kali ini. Ini berbeda dengan pemilu presiden sebelumnya. Saat itu isu yang berkembang adalah isu Islam dan nasionalisme. Neoliberalisme sendiri merupakan nomenklatur yang diciptakan dari luar. Istilah umum yang dikenal adalah liberalisme. Ia berangkat dari filsafat pada masa pencerahan Eropa berupa kebebasan individu dan pasar yang otonom.

Istilah neoliberal muncul pertama kali tahun 1960-an, bersamaan dengan gerakan teologi pembebasan di Amerika Latin. Istilah neoliberal datang dari mereka yang tidak menyukai istilah liberalisme.

Sementara, istilah ekonomi kerakyatan sudah dikenal sejak sebelum kemerdekaan. Adalah Muhammad Hatta yang pertama kali memperkenalkan. Pada tahun 1930-an, Hatta menyebutnya dengan istilah “ekonomi rakyat.” Apa yang disebut ekonomi rakyat adalah ekonomi pribumi. Tujuan Hatta adalah membela kepentingan ekonomi pribumi.

Tak cuma Hatta yang menulis soal ekonomi kerakyatan. HOS Tjokroaminoto juga menulis soal ini. Dalam perspektif Tjokroaminoto dia membedakan dua jenis kapitalisme. Yakni kapitalisme yang baik dan kapitalisme yang jahat. Kapitalisme yang baik adalah ekonomi pribumi sementara kapitalime yang jahat adalah kekuatan ekonomi penjajah.

Dengan demikian, ekonomi kerakyatan pada masa sebelum kemerdekaan adalah ekonomi pribumi melawan ekonomi penjajahan. Sedang pada masa awal kemerdekaan, ekonomi kerakyatan berubah tafsir menjadi ekonomi rakyat miskin melawan ekonomi pengusaha besar.

Pada tahun 1960-an, juga ada program demokrasi ekonomi. Program ini berusaha melibatkan rakyat dalam ekonomi. Dengan demokrasi ekonomi, modal diharapkan dikuasai oleh masyarakat dan digunakan sepenuh-penuhnya untuk kepentingan rakyat.

Pada tahun 1980-an, ekonomi kerakyatan berubah istilah menjadi ekonomi Pancasila. Namun semangatnya masih sama seperti ekonomi kerakyatan pada masa pra kemerdekaan.

***

Perdebatan neoliberal dan ekonomi kerakyatan pada saat pemilihan presiden menunjukkan semakin matangnya kehidupan berpolitik dan berdemokrasi di Indonesia. Berpolitik tidak lagi identik dengan pelemparan isu-isu sempit yang bersifat ideologis dan sektarian, tetapi lebih kepada isu-isu pragmatis dan ekonomi. Ini merupakan pertanda sehat walau tidak sempurna

Sementara, kemunculan neoliberal pada tahun 1960-an dilatarbelakangi oleh beragam kegagalan kebijakan ekonomi teknokratis dan intervensionis. Neoliberal mensyaratkan dua hal. Pertama, meminimalisir intervensi negara. Dan kedua, mengakui kebebasan individu.

Neoliberal adalah sebuah istilah yang digunakan dari berbagai teori kontemporer anti intervensi yang dikembangkan pada konteks historis, politik dan institusi tertentu. Ia juga merupakan perkawinan aliran ekonomi neoklasik yang menganut paham kebebasan pasar di satu sisi, dengan mazhab politik Libertarian-Austria yang mengusung kebebasan dan kemerdekaan individu di sisi lain.

Setidaknya ada beberapa model yang dikenal dalam kelompok neoliberal. Model-model itu adalah model monetaris, penolakan terhadap perencanaan terpusat, kekakuan lembaga, principal agent model of bureaucracy, perburuan rente serta penolakan terhadap perusahaan publik dan privatisasi.

Untuk model terakhir, kaum neoliberal berpendapat bahwa perusahaan publik merupakan salah satu sumber utama dari inefisiensi ekonomi dan stagnasi yang dialami negara berkembang. Untuk konteks negara berkembang seperti Indonesia, di mana inefisiensi perusahaan publik sering terjadi, kebijakan privatisasi banyak mendapat dukungan.

Lalu, dengan berbekal kesuksesan aplikasi kebijakan di negara maju, World Bank, IMF dan Departemen Keuangan Amerika Serikat sepakat untuk mengeneralisasi teori itu dengan apa yang sekarang dikenal sebagai Washington Consensus. Setidaknya ada 10 kebijakan inti dari Washington Consensus itu.

Sepuluh kebijakan itu adalah: displin kebijakan fiskal; pengalihan belanja subsidi, kecuali subsidi langsung pada belanja pendidikan, kesehatan dan infrastruktur; reformasi pajak –memperluas basis pajak dan penurunan tingkat pajak; suku bunga yang ditentukan pasar dan positif secara riil; nilai tukar kompetitif; liberalisasi perdagangan, terutama penghapusan lisensi dan penerapan tarif tunggal; liberalisasi investasi langsung asing; privatisasi BUMN; deregulasi; dan perlindungan hak milik.

Namun Washington Consensus juga memicu kritik. Kelompok sayap kiri menuduh penghapusan subsidi bertujuan untuk mempercepat pembayaran utang ke negara maju.

George Stiglitz sendiri juga mengritik liberalisasi tanpa penahapan dan persiapan yang cukup. Kegagalan Washington Consensus dinilai Stigltitz dibuktikan oleh fakta bahwa perekonomian negara-negara yang menerapkan bukan saja tidak membaik, melainkan malah memburuk, seperti kasus Argentina dan Indonesia. Stigltitz menyarankan liberalisasi seharusnya dimulai dari sektor riil, perdagangan lalu keuangan. Sementara di Indonesia posisinya malah terbalik. Sektor keuangan terlebih dahulu diliberalisasi melalui Pakto 88, baru sektor perdagangan dan sektor riil.

Kelemahan pemikiran neoliberal juga muncul sebagai akibat kelahiran “kawin kepentingan” antara aliran neoklasik yang memberikan legitimasi akademis-intelektual, dan tradisi Libertarian-Austria sebagai sumber retorik politik.

Dari paparan ini, dapat dikatakan bahwa apa yang dinamakan neoliberal tidak lebih dari kumpulan pemikiran anti intervensi pemerintah dalam perekonomian yang sangat beragam dan bisa saja bertentangan dengan akar pemikiran neoklasik. Akan tetapi terlepas dari kekurangan dan bias inteletual, ia juga menunjukkan kepada kita berbagai kelemahan fundamental dari visi teknokratik dalam suatu perekonomian.

***

Ekonomi kerakyatan sendiri merupakan kumpulan pemikiran tentang sebuah orientasi kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat jelata, baik di sisi komsumsi dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar dan pokok, maupun di sisi produksi dengan berpihak pada usaha kecil menengah.

Penemu istilah ekonomi kerakyatan pertama kali adalah Emil Salim. Ia menulis istilah itu dalam sebuah artikel koran pada tanggal 30 Juni 1966. Sementara yang mempopulerkan adalah Mubyarto dengan istilah ekonomi Pancasila pada tahun 1980-an.

Namun, apa yang dinamakan ekonomi kerakyatan baru sebatas semantik, karena belum serius menjawab peran negara, pasar dan individu seperti teori-teori ekonomi pada umumnya.

Perbedaan tajam yang membedakan ekonomi kerakyatan dan neoliberal adalah peran pemerintah. Pada ekonomi kerakyatan pemerintah diharap melakukan intervensi dan berpihak pada rakyat banyak, sementara ekonomi liberal mengandaikan pemerintah netral dan tidak campur tangan.

Lantas bagaimana wajah pemerintah SBY sekarang? Boleh dibilang pemerintahan SBY sekarang adalah pemerintah dengan corak ekonomi neoliberal kerakyatan. Disebut kerakyatan, karena pemerintah juga melakukan intervensi. Salah satunya dengan program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pemerintah juga menggulirkan program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM). Tapi dikatakan neoliberal karena di sisi lain, pemerintah juga meliberalkan investasi asing.

Di luar isu liberalisasi modal asing dan privatisasi, agenda ekonomi rakyat tidak banyak bertentangan langsung dengan pemikiran neoliberal. Bahkan, pemerintah saat ini bisa menggabungkan keduanya. Jargon ekonomi rakyat memang lebih terkesan pada pemrioritasan sektor pertanian dan UMKM. Karenanya, ekonomi rakyat kurang tepat untuk menjadi jargon melawan liberalisasi dan privatisasi.
.

Readmore »»

Senin, 22 Juni 2009

7 Lucrative Jobs from Obama's Stimulus Plan

Pesident Barack Obama's plan to get the U.S. economy going has a strong focus on creating jobs. Two of the bills he's recently signed, the American Recovery and Reinvestment Act (ARRA) and the Making Home Affordable program, provide funding that will create a wide variety of job opportunities with good salaries. Better yet, many of these jobs don't require a four-year degree, so job-seekers may be able to move into these careers pretty quickly.
Here's a selection of some of the best-paying stimulus jobs:
Computer Security Specialist
A big chunk of the ARRA money is dedicated to health-care information-technology initiatives -- digitizing medical records so they're easier to transmit and share between doctors, hospitals and pharmacists. Computer-security experts who can help keep electronic medical records locked away from computer hackers and other unauthorized users will be in high demand as the health-care sector modernizes, says Laurence Shatkin, author of "Great Jobs in the President's Stimulus Plan."
Other specialists will be needed to train workers on how to keep the data safe. A brief certificate program may suffice to get you started in this field, the Bureau of Labor Statistics (BLS) says. "There's going to be a special role here of how to keep prying eyes away," Shatkin says.
Median annual salary: $78,376
Cost Estimator
For each of the major infrastructure projects that receive stimulus funding, an estimator must determine the likely cost of material plus labor so that accurate job bids can be submitted and budgets properly prepared. Shatkin says laid-off workers with a background in construction, who are familiar with the industry's labor and materials costs, should find opportunities here, though many estimators have a four-year degree.
Median annual salary: $58,868
Civil Engineer
For each of these big federally backed construction projects, Shatkin points out, civil engineers must make sure structures are properly designed to withstand the elements. Engineers also make sure construction projects are executed correctly. You'll need at least a college degree, usually in engineering. But the BLS notes a degree in science or mathematics might work to get you started here, too.
Median annual salary: $66,638
Insulation Installer
The ARRA is focused on making federal facilities more energy efficient, starting with simple methods such as weatherizing buildings with more insulation to save energy. Projects are happening all over the country, Shatkin notes, at science labs, military installations, and other federal buildings. High-school graduates often can receive on-the-job training, the BLS says.
Median annual salary: $44,460
Solar Panel Installer
President Obama has made cleaner, greener energy use a top administration priority. The ARRA includes funding for the installation of solar panels to cut energy use at many federal buildings ... and that means someone with an understanding of electric, water and heating systems will need to climb up on the rooftops and put up these systems. Training programs may be as short as six months, Shatkin notes.
Median annual salary: $44,460
Physical Therapy Assistants
The ARRA included an extension of medical benefits for workers laid off in the recent downturn, Shatkin points out. That will keep business brisk for medical professionals, including physical therapy assistants. Assistants may have a two-year degree, or can be trained on the job, to assist patients who need exercises or must use crutches or other devices, according to the BLS.
Median annual salary: $48,999
Loan Officer
Just signed into law in May, legislation entitled Making Home Affordable provides federal incentives for banks to help up to 9 million distressed homeowners renegotiate their loans. Because each mortgage agreement and piece of property is unique, the work is time-consuming -- a loan officer must sit down with each homeowner individually.
This initiative is creating a sudden need for more mortgage loan specialists who can renegotiate with homeowners, says Joseph Burkhart, director of recovery-related business development at recruiting firm The Mergis Group in McLean, Va. Burkhart says the majority of the nation's loan-renegotiation work traditionally took place in the Dallas market, but that the huge volume of loan workouts planned means banks will be hiring all across the country.
"The mortgage industry in January only did 100,000 refis," he says. "Now they're projecting that millions of them will take place every month."
Because of high demand, Burkhart says employers are looking at applicants with a variety of past work experience -- former bank loan officers and others who understand contracts. One background that's of interest, Burkhart says: call-center workers who've made contract offers over the phone.
Median annual salary: $43,070

Source: All salary data is from PayScale.com. The salaries listed are median, annual salaries for full-time workers with 5-8 years of experience and include any bonuses, commissions or profit sharing.
.

Readmore »»

Sabtu, 20 Juni 2009

DAFTAR NILAI UASBN SD MUHAMMADIYAH 11 SURABAYA TAHUN 2009

No. Nama BHS INDO MATH IPA JUMLAH

1. angga K.H 8,00 ---- 7,75---- 8,75--- 24,50
2.bujang T.H 8,40 ---- 9,50---- 9,75--- 27,65
3.Dzikri I. V 8,00 ---- 7,25---- 8,50--- 23,75
4.eka M.S.R 8,20 ---- 9,00 --- 9,75--- 26,95
5.Evy Nur H. 7,80 ---- 6,25---- 8,25--- 22,30
6.farid A.N 8,60 --- 8,50 -- 9,50 --- 26,60
7.Hana R 8,80 --- 9,25 --- 9,75 --- 27,80
8.Ida Ayu R. 8,80 --- 7,75 --- 8,75 --- 25,30
9.Moch Bagus 8,80 --- 7,00 --- 7,50 --- 23,30
10.Rachmad k 8,60 --- 8,25 --- 9,25 --- 26,10
11.Wafiyyah R. 8,60 --- 8,25 --- 9,50 --- 26,35
12.Yunita Diang 8,40 --- 6,75 --- 6,50 --- 21,65
13. Aditya P 9,40 --- 8,50 --- 9,75 --- 27,65
14. Akbar 8,00 --- 7,50 ---- 9,50 --- 25,00
15. Ayu Dewi 9,40 --- 7,50 --- 8,00 --- 24,90
16. Bramantyo 7,40 --- 7,00 --- 8,50 --- 22,90
17.Erwin Mifta 7,80 --- 7,00 --- 7,75 --- 22,55
18.Farida A 8,60 --- 6,75 --- 7,25 --- 22,60
19 Firman 7,60 --- 8,50 --- 8,75 --- 24,85
20. Mar'atus 9,00 --- 8,50 --- 9,25 --- 26,75
21. Mei Lisa 8,00 --- 5,25 --- 8,00 --- 21,25
22.Nugraha A 8,60 --- 6,25 - – 8,75 --- 23,60
23.Pradnya A.P 9,20 --- 8,25 --- 10,00 --- 27,45
24.Rheza R.A 8,00 --- 6,50 --- 8,50 --- 23,00
25. Romiz D 8,20 --- 9,25 --- 9,50 --- 26,95
26.Roul R. 8,80 --- 10,00 -- 10,00 -- 28,80
27. Silfia I 9,00 --- 10,00 – 10,00 --- 29,00
28.Sony Dwi 6,60 --- 6,25 --- 8,50 --- 21,35
29.Tiara K. 8,00 --- 9,00 --- 8,00 --- 25,00
30.Tito Akbar 8,20 --- 8,25 --- 9,00 --- 25,45
31. Xena M 8,40 --- 7,75 --- 8,75 --- 24,90
32.Yuniar 8,80 --- 8,00 --- 8,75 --- 25,55
33. Gizzela F. 8,40 --- 7,75 --- 9,00 --- 25,15
34. Imam B. 7,80 --- 6,25 --- 8,25 --- 22,30
35.Amang 8,00 --- 5,00 --- 8,75 --- 21,75
36Awan Ghifari 7,60 --------- 7,75 ---------- 8,00 ----- 23,35
37Bagos Krisna 8,20 7,75 ----------8,00 ----- 23,95
38Dewi Nur Anisa 8,80--------- 9,25 ----------8,50 ------ 26,55
39Dina Silvia P 8,20 ------- 9,00 ---------- 9,00 ----- 26,20
40Elly Dwi A 6,80 --------- 7,50 ---------- 8,75 ------ 23,05
41Evi Hasnia 7,20 --------- 6,25 ---------- 8,00 ------ 21,45
42Faizatul Hikmah 9,20 --------- 7,75 ---------- 9,00 ------ 25,95
43 Farida Anisah 8,60 --------- 8,00 ----------9,25 ------- 25,85
44Fauziyatur R 7,60 --------- 5,75 ---------- 9,25 ------- 22,60
45Hakam Abd 8,20 --------- 6,00 ---------- 8,25 ------- 22,45
46Imron Hanafi 6,80 --------- 5,50 ---------- 7,25 ----- 19,55
47Intania Yoland 7,20 --------- 6,75 ---------- 8,00 ------ 21,95
48Maulana Adam 7,60 --------- 7,50 ---------- 9,00 ------- 24,10
49Moch Amri 7,80 --------- 8,75 ---------- 9,00 ------ 25,55
50Moch Wildan 7,40--------- 7,25 ---------- 8,25 ------- 22,90
51Muhammad Yusuf 9,00 --------- 8,75 ---------- 8,50 ------ 26,25
52Rafika Putri 7,00 --------- 7,50 ---------- 7,50 ------ 22,00
53Rillo Kresna 8,40 --------- 8,75 ---------- 9,25 ------- 26,40
54Rizki dana 8,20--------- 9,25 ---------- 9,50 ------- 26,95
55Syafrizal Dwi 7,60 ---------6,00 ---------- 8,25 -------- 21,85
56Yoga Mahendra 8,60 --------- 9,50 ---------- 7,75 ------- 25,85
57Abizar Aufa 8,40 --------- 9,00 ----------8,75 -------- 26,15
58Alya Sherlyna 7,80 --------- 7,00 ---------- 7,75 ------- 22,55
59Cevrela Fani 8,80 --------- 9,00 ---------- 9,25 ------- 27,05
60Eva Nur 7,40 --------- 6,75 ----------6,25 --------- 20,40
61Fahmi Andrias 6,80 --------- 8,00 ---------- 9,00 -------- 23,80
62Karfina Islam 7,20--------- 9,50 ---------- 9,00 -------- 25,70
63M.Alfin H 8,80 --------- 9,75 ---------- 9,75 -------- 28,30
64Septian H 7,80 --------- 7,00 ---------- 9,25 -------- 24,05
65Surya Devi 8,80 --------- 8,75 ---------- 9,25 -------- 26,80
66Umar Faruq 8,40 --------- 7,00 ---------- 8,75 -------- 24,15
67Vitri Putri 9,00--------- 9,50 ---------- 9,25 --------- 27,75
68Widya Utari 8,40 --------9,25 ---------- 9,25 ---------- 26,90
69Amsal Amaly 8,60 --------8,50 ---------- 9,50 ---------- 26,60
70Ayesha Putri 8,00 --------- 7,25 ---------- 6,25 -------- 21,50

Readmore »»

Kamis, 18 Juni 2009

Perang Opini yang Menggelikan

Pertarungan opini dalam pilpres terkadang memang menggelikan. Perhatikanlah, perputaran wacana yang terjadi seperti contoh di bawah ini. Dalam soal isu antek orba, misalnya, di sebuah situs disebutkan bahwa SBY merupakan bagian dari orde baru. Karena itu harus diwaspadai. Seruan ini jadi menggelikan, karena dilontarkan oleh pendukung kubu pesaingnya. Padahal, para kompetitornya, entah itu Kalla, Wiranto ataupun Prabowo sejatinya sama-sama menjadi bagian orde baru.

Dalam soal isu agama, SBY-Boediono diopinikan selah-olah sebagai dua kandidat yang berbeda. Di belahan Indonesia Barat, SBY-Boediono dikampanyekan kurang Islam (karena kedua istri mereka tak berjilbab). Namun, di belahan Indonesia Timur, SBY-Boediono disebut-sebut akan melakukan "proyek Islamisasi negara" terkait kontrak politik dengan PKS -- akhirnya terkuak, isi perjanjian itu telah palsu belaka.

Belakangan dihubungkan dengan pernyataan Boediono yang berbicara soal keinginannya mengembangkan ekonomi syariah. Lucunya, Kalla sebenarnya juga berjanji yang sama. Soalnya, ada dugaan, isu agama ini memang menjadi "mainan"-nya kubu Kalla-Win

Dalam soal Lapindo, Kalla secara berapi-api menyatakan telah terjadi pelanggaran HAM dalam kasus ini. Hm, ini sungguh menarik. Sebab, kalau kita tengok ke belakang, Fraksi Golkar, partai yang ia pimpin, adalah salah satu penjegal pengajuan hak interpelasi Lapindo di DPR.

Dalam soal BLBI, Boediono paling disorot sebagai 'orang yang paling bersalah. Yang dilupakan, tatkala pencairan BLBI pada tahun 1997-98 silam, BI masih merupakan bagian dari pemerintah, bukan institusi yang independen seperti sekarang. Karena itu, pencairan BLBI sepenuhnya memenuhi kehendak pemerintah Soeharto ketika itu. Dan, Boediono adalah bagian sedikit dari Direktur BI yang tak dikejar-kejar aparat hukum.Sementara sejumlah koleganya memang jadi pesakitan sebab diduga kuat melakukan patgulipat dengan bank penerima.

Daftar ini kalau mau diteruskan bisa sangat panjang.

Ada yang bilang, ini gejala amnesia. Hanya sesaat, tidak permanen. Tapi, ada yang bilang ini fenomena yang lebih serius: keasyikan dengan dunianya sendiri, seolah-olah orang lain tak ada, tak berpikir, tak bermemori.

Namun, sepertinya tidak terlalu banyak yang menggubris fenomena ini. Bukan tak ingat, Bukan tak peduli. Tapi,barangkali justru karena iba. (berpolitik.com)
.

Readmore »»

Inspirationa Quotation

"The big secret in life is that there is no big secret. Whatever your goal, you can get there if you're willing to work".

(Oprah Winfrey, American TV host, media mogul, and philanthropist)

kartun united





FIrman Allah SWT

"Innal hasanaat tushrifna sayyiaat" (Sesungguhnya kebaikan akan mengalahkan kejahatan) - (Hud:114).

  © Blogger template Spain by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP